Sedekah part.2

Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipat ganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb : Allah Ta’ala berfirman,;Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah;.{Qs. Al Lail (92) : 5-8}
Allah Ta’ala berfirman,;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui; . {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
RasulAllah SAW bersabda,;Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru,;Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah;. Yang satu lagi menyeru ;musnahkanlah orang yang menahan hartanya; .
Tolak Bala
dengan Sedekah Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb ;Bersegeralah bersedekah, sebab
yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah;Belilah semua
kesulitanmu dengan sedekah;Obatilah penyakitmu dengan sedekah; . Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah) ,sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,
Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/ fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ??? Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/ fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan. Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir  dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu. Sedekah yg pahalanya terus mengalir Dari Abu Hurairah RA,bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda ;Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya; (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

Berbicara masalah sedekah, aq jadi inget beberapa kejadian di sekelilingQ. Mulai dari kehilangan HP (aq juga pernah), dompet (nyaris hilang di kantin TC untung ada ms.Rony dan Zabo yg nemuin ), dll. Waktu itu c aq mikirnya jangan2 aq kurang beramal, jadi ky gini deh….
Tapi ada cerita lagi, ada suatu rumah yang dirampok. Ternyata setelah dikalkulasi barang2 yang hilang, jumlahnya hampir sama dengan barang yang harus disedekahkan untuk orang lain (bisa dibilang yang diambil adalah harta hak orang lain). Ga usah jauh2 deh.. temenq sendiri pernah ngomong klo dia mau bersedekah sebesar 10ribu utk korban banjir. Tapi karena lupa yang berkepanjangan, akhirnya dia diingatkan dengan cara kehilangan uang di pom bensin sebesar 10ribu. Daripada harta kita diambil dengan cara yang tidak2… lebih baik disedekahkan dahulu saja… OK…

5 thoughts on “Sedekah part.2

  1. Pernah baca sabdanya Rasulullah, kira2 begini,
    “Aku menggunakan hartaku, sepertiga untuk aku makan, sepertiga untuk aku berdagang, dan sepertiga untuk aku sedekahkan”. Entah ini shahih atau ga.
    Sepertiga!
    Sepertiga untuk sedekah!
    Ck..ck..ck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s